Home » Dasar Kesehatan Lingkungan » Konsep Dasar Kesehatan Lingkungan

Konsep Dasar Kesehatan Lingkungan

Monday, November 26th 2012. | Dasar Kesehatan Lingkungan

Konsep Dasar Kesehatan Lingkungan1. Pengertian
Kesehatan lingkungan pada hakekatnya adalah suatu kondisi atau keadaan lingkungan yang optimum sehingga berpengaruh positif terhadap terwujudnya status kesehatan yang optimum pula. Ruang lingkup kesehatan lingkungan tersebut antara lain mencakup :
a. Lingkungan fisik, meliputi tanah, air dan udara serta hasil interaksi diantara faktor-faktor tersebut.
b. Lingkungan biologi, meliputi semua organism hidup seperti binatang dan tumbuh-tumbuhan serta mikroorganisme lainnya.
c. Lingkungan social yaitu semua interaksi antara manusia yang meliputi faktor budaya, ekonomi, dan psiko-sosial.
Adapun yang dimaksud dengan usaha kesehatan lingkungan adalah suatu usaha untuk memperbaiki atau mengoptimalkan lingkungan hidup manusia agar merupakan media yang baik untuk terwujudnya kesehatan yang optimum bagi manusia yang hidup di dalamnya.
2. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam membangun suatu rumah tangga adalah :
a. Faktor lingkungan meliputi : baik lingkungan fisik, biologis maupun lingkungan sosial. Maksudnya membangun suatu rumah harus memperhatikan tempat dimana rumah di artikan.
b. Tingkat kemampuan ekonomi masyarakat, hal ini dimaksudkan rumah dibangun berdasarkan kemampuan keuangan penghuninya, untuk itu maka bahan setempat yang murah, misalnya : bambo, kayu atap rumbia dan sebagainya adalah merupakan bahan pokok pembuat rumah.
c. Teknologi yang dimiliki oleh masyarakat, pada dewasa ini teknologi perumahan sudah begitu maju dan sudah begitu modern, akan tetapi teknologi modern itu sangat mahal dan bahkan kadang-kadang tidak dimengerti oleh masyarakat.
d. Kebijakan (peraturan-peraturan) pemerintah yang menyangkut tata guna tanah. Untuk hal ini, bagi perumahan masyarakat pedesaan belum merupakan problem, namun dikota sudah menjadi masalah yang besar.

3. Syarat-syarat rumah yang sehat, yaitu :
a. Bahan bangunan
Bahan bangunan tidak terbuat dari bahan-bahan yang dapat berbahaya bagi kasehatan, seperti asbes. Selain itu, bahan bangunan juga tidak terbuat dari bahan yang dapat menjadi sarang tumbuhnya mikroorganisme pathogen.

b. Ventilasi
Ventilasi yang baik berukuran antara 10-20% dari luas lantai, memberikan udara segar dari luar, serta memberi suhu optimum 22-24ºC dan kelembapan 60%.
Ventilasi rumah mempunyai banyak fungsi, antara lain :
1. Untuk menjga agar aliran udara didalam rumah tersebut tetap segar
2. Untuk memberikan udara ruangan dari bakteri-bakjteri terutam bakteri pathogen, karena di situ selalu terjadi aliran udara yang terus menerus
3. Untuk menjaga agar ruangan rumah selalu didalam kelembaban (humudity) yang optimum.
Ada 2 macam ventilasi, yakni :
1). Ventilasi alamiah ialah dimana aliran udara didalam ruangan tersebut terjadi secara alamiah melalui jendela, pintu lubang angin, lubang-lubang pada dinding dan sebagainya.
2). Ventilasi buatan, yakni dengan mempergunakan alat-alat khusus untuk mengalirkan udara tersebut, misalnya kipas angin dan mesin pengisap udara (AC).
c. Pencahayaan
Cahaya harus dapat masuk dengan baik dan dapat membunuh kuman. Standar minimal cahaya adalah 60 lux.
Cahaya dapat dibedakan menjadi 2, yakni :
1). Cahaya alamiah, yakni cahaya matahari, cahaya ini sangat penting, karena dapat membunuh bakteri-bakteri pathogen di dalam rumah, misalnya basil TBC, fungsi jendela disamping sebagai ventilasi juga berfungsi sebagai jalan masuknya cahaya.
2). Cahaya buatan adalah menggunakan sumber cahaya yang bukan alamiah, seperti : lampu minyak tanah, lampu listrik, api dan sebagainya.
d. Kebisingan
Rumah yang baik harus jauh dari sumber kebisingan. Tingkat kebisingan yang ideal adalah antara 40-45 dbA dan diusahakan tidak lebih dari 55 dbA. Kebisingan dapat mempengaruhi kenyamanan, aktivitas dan dapat menimbulkan stress.
e. Kepadatan
Luas ruang tidur minimal 8 M² dan tidak disaranka untuk digunakan oleh lebih dari 2 orang, kecuali untuk anak dibawah 5 tahun. Sedangkan luas umah yang ideal adalah 2,5-3 M²/jiwa.
4. Penyediaan air bersih
Air merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Di dalam tubuh manusia sendiri, sebagian besar terdiri dari air. Menurut proporsinya, tubuh orang dewasa mengandung air sekitar 55-60%, anak-anak 65% dan bayi 80%. Menurut perhitungan WHO, di negara maju, tiap orang memerlukan sekitar 60-120 liter per hari. Sedangkan di negara berkembang termasuk Indonesia memerlukan antara 30-60 liter air per hari. Air yang dikonsumsi juga harus melewati syarat-syarat kesehatan yang telah ditentukan.
Air yang sehat harus mempunyai persyaratan sebagai berikut :
a. Syarat fisik: tidak berwarna, berasa an berbau.
b. Syarat bakteriologis, air untuk keperluaan minum yang sehat bebas dari segala bakteri, terutama bakteri pathogen.
c. Syarat kimia: air minum yang sehat juga harus mengandung zat-zat tertentu. Kelebihan atau kekurangan zat tersebut akan mengganggu fisiologis manusia.

5. Pembuangan Kotoran
Yang dimaksud dengan kotoran manusia adalah semua benda atau zat yang tidak dipakai lagi oleh tubuh dan harus dikeluarkan dari dalam tubuh. Zat-zat yang harus dikeluarkan dari dalam tubuh ini berbentuk tinja (feses), air seni (urine), dan CO2 sebagai hasil dari proses pernapasan.
Suatu jamban yang sehat apabila memenuhi persyaratan-persyaratan sebagai berikut :
a. Jamban dibangun tertutup, artinya terlindung dari pandangan orang lain (privasi), terlindung dari hujan dan panas, serta serangga dan binatang lain.
b. Bangunan jamban mempunyai tempat berpijak dan lantai yang kuat, mudah dibersihkan dan tidak terlalu licin.
c. Lokasi jamban tidak mengganggu pandangan/merusak estetika bangunan dan tidak menimbulkan bau yang tidak sedap.
d. Perlengkapan/sarana di jamban selalu tersedia, seperti : sabun, air, dan kertas pembersih.
6. Sampah dan Pengelolaannya
a. Menurut para ahli kesehatan di Amerika, sampah (limbah) adalah sesuatu yang tidak digunakan, tidak terpakai, tidak disenangi atau sesuatu yang dibuang, berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya..
b. Jenis-jenis sampah
Kalau kita berbicara sampah, sebenarnya meliputi 3 jenis sampah yakni : sampah padat, sampah cair, dan sampah dalam bentuk gas (fume, smoke).
Berdasarkan zat kimia yang terkandung di dalamnya, sampah padat dibagi menjadi :
1). Sampah anorganik, adalah sampah yang umumnya tidak membusuk, misal : logam/besi, pecahan gelas, plastic dan sebagainya.
2). Sampah organik, adalah sampah yang pada umumnya dapat membusuk misal : sisa-sisa makanan, daun-daunan, buah-buahan dan sebagainya.
Berdasarkan dapat dan tidaknya dibakar yaitu :
1). Sampah yang mudah terbakar, misalnya : kertas, karet, kayu, plastik, kain bekas, dan sebagainya.
2). Sampah yang tidak dapat terbakar , misalnya : kaleng-kaleng bekas, besi/logam, pecahan gelas kaca dan lain-lain.
Pengelolahan sampah erat kaitannya dengan masyarakat, karena dari sampah-sampah tersebut akan hidup berbagai mikroorganisme penyebab penyakit (bakteri pathogen) dan juga binatang serangga sebagai pemindah/penyebar penyakit (vektor). Oleh sebab itu, sampah harus dikelola dengan baik sampai sekecil mungkin tidak mengganggu atau mengancam kesehatan masyarakat. Pengelolaan sampah yang baik, bukan saja untuk kepentingan kesehatan saja, tetapi juga untuk keindahan lingkungan. Yang dimaksud dengan pengelolaan sampah disini adalah meliputi pengumpulan, pengangkutan, sampai dengan pemusnahan atau pengelolaan sampah sedemikian rupa sehingga tidak menjadi gangguan kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup. Cara-cara pengelolaan sampah antara lain sebagai berikut :
1). Pengumpulan dan pengangkutan sampah adalah menjadi tanggung jawab dari masing-masing rumah tangga atau institusi yang menghasilkan sampah. Oleh sebab itu, mereka ini harus membangun atau mengadakan tempat khusus untuk mengumpulkan sampah. Kemudian dari masing-masing tempat pengumpulan sampah tersebut harus diangkat ke tempat penampungan sementara (TPS) sampah, dan selanjutnya ke tempat penampungan akhir (TPA).
2). Pemusnahan dan pengelolaan sampah padat ini dapat dilakukan melalui berbagai cara, antara lain sebagai berikut :
a). Ditanam (landfill), yaitu pemusnahan sampah dengan membuat lubang ditanah kemudian sampah dimasukkan dan ditimbun dengan tanah.
b). Dibakar (inceneration), yaitu pemusnahan sampah dengan jalan membakar didalam tungku pembakaran (inceneration).
c). Dijadikan pupuk (composing) yaitu pengolahan sampah menjadi pupuk (kompos). Khususnya untuk sampah organik daun-daun sisa makanan, dan sampah lain yang dapat membusuk.
7. Air limbah dan pengelolaannya
Air limbah atau air buangan adalah sisa air yang berasal dari rumah tangga, industri maupun tempat-tempat umum lainnya, dan pada umumnya mengandung bahan-bahan atau zat-zat yang dapat membahayakan bagi kesehatan manusia serta mengganggu lingkungan hidup.
Air limbah atau ini berasal dari berbagai sumber, secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi sebagai berikut :
a. Air buangan yang bersumber dari rumah tangga (domestic westes water), yaitu air limbah yang berasal dari pemukiman penduduk. Pada umumnya air limbah ini terdiri dari ekstra (tinja dan air seni), air bekas cucian dapur dan kamar mandi, dan umumnya terdiri dari bahan-bahan organik.
b. Air buangan Industri (industial wastes water), yang berasal dari berbagai jenis industri akibat proses produksi, zat-zat yang tekandung didalamnya sangat bervariasi sesuai dengan bahan baku yang dipakai oleh masing-masing industri, antara lain : nitrogen, sulfide, amoniak, lemak, garam-garam, zat pewarna, mineral, logam berat, zat pelarut, dan sebagainya. Oleh sebab itu, pengolahan air limbah ini, agar tidak menimbulkan polusi lingkungan menjadi lebih rumit.
c. Air buang kotapraja (municipal wastes water), yaitu air buangan yang berasal dari daerah : perkantoran, perdagangan, hotel, restoran, tempat-tempat umum, tempat-tempat ibadah, dan sebagainya. Pada umumnya zat-zat yang terkandung dalam jenis air limbah ini sama dengan air limbah rumah tangga.

Advertisement
tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Related For Konsep Dasar Kesehatan Lingkungan

Comment For Konsep Dasar Kesehatan Lingkungan


Categories